Selasa, 27 November 2012

Carilah sebuah cahayaHidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang Karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam Jangan pernah harap lautan tenang itu akan datang Seolah, menafikan karang yang rapuh Seharusnya menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang Itu sudah sebuah anugerah yang terindah, kau harus mampu mensyukurinya Hidup itu ibarat buih putih di pinggiran pantai Yang membuat lengkap, adalah ketika kau menyentuhnya Dan ombak bersahabat menyapamu dengan lirih Perlahan buih itu datang, dan menghilang Namun, yang terpenting Seberapa lama buih itu datang dan melengkapimu Tak perlu emosi, kau harus sabar Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan untuk dahagamu Yang suatu saat berdaun lebar, mereka membuatmu duduk lega menikmati pantai Hidup itu ibarat jejak langkah yang kau buat di pinggir pantai Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit Terkadang ombak akan membuat hilang jejakmu Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanmu untuk melangkah Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang Awal dan akhir Hidup itu ibarat kamu menikmati Cakrawala terbenam Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya Jika, ada satu pantai yang membuatmu bercahaya Selamanya kamu tak akan pernah melupakan slide itu di kepalamu Tapi ingatlah, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat Tetaplah membuka mata di setiap pantai Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatmu tak nyaman Rasakan penyesalan saat kamu menemukan panorama yang buruk Namun, berbicaralah pada Tuhan, dan yakinlah Kamu menemukan cahayamu, saat kamu telah merasakan semua panorama yang buruk Kamu menemukan cahayamu, untuk kamu tak melakukan kesalahan yang sama Sayangilah cahayamu, jangan membuat menyesal Kelak suatu saat, kamu menemukan Hidup yang indahHidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang Karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam Jangan pernah harap lautan tenang itu akan datang Seolah, menafikan karang yang rapuh Seharusnya menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang Itu sudah sebuah anugerah yang terindah, kau harus mampu mensyukurinya Hidup itu ibarat buih putih di pinggiran pantai Yang membuat lengkap, adalah ketika kau menyentuhnya Dan ombak bersahabat menyapamu dengan lirih Perlahan buih itu datang, dan menghilang Namun, yang terpenting Seberapa lama buih itu datang dan melengkapimu Tak perlu emosi, kau harus sabar Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan untuk dahagamu Yang suatu saat berdaun lebar, mereka membuatmu duduk lega menikmati pantai Hidup itu ibarat jejak langkah yang kau buat di pinggir pantai Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit Terkadang ombak akan membuat hilang jejakmu Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanmu untuk melangkah Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang Awal dan akhir Hidup itu ibarat kamu menikmati Cakrawala terbenam Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya Jika, ada satu pantai yang membuatmu bercahaya Selamanya kamu tak akan pernah melupakan slide itu di kepalamu Tapi ingatlah, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat Tetaplah membuka mata di setiap pantai Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatmu tak nyaman Rasakan penyesalan saat kamu menemukan panorama yang buruk Namun, berbicaralah pada Tuhan, dan yakinlah Kamu menemukan cahayamu, saat kamu telah merasakan semua panorama yang buruk Kamu menemukan cahayamu, untuk kamu tak melakukan kesalahan yang sama Sayangilah cahayamu, jangan membuat menyesal Kelak suatu saat, kamu menemukan Hidup yang indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar